AnuLucu

Wednesday, December 17, 2008

Daftar Resmi Rider MotoGP Musim 2009

















image source : http://farm1.static.flickr.com/52/144997122_29d6422150.jpg?v=0


No |
Rider | Tim | Motor
3 | Dani Pedrosa | Repsol Honda | Honda
4 | Andrea Dovizioso | Repsol Honda | Honda
5 | Colin Edwards | Tech 3 | Yamaha
7 | Chris Vermeulen | Rizla Suzuki | Suzuki
14 | Randy De Puniet | LCR Honda | Honda
15 | Alex De Angelis | San Carlo Gresini | Honda
21 | John Hopkins Kawasaki Racing Kawasaki
24 | Toni Elias | San Carlo Gresini | Honda
27 | Casey Stoner | Ducati Marlboro | Ducati
33 | Marco Melandri | Kawasaki Racing | Kawasaki
36 | Mika Kallio | Pramac Racing | Ducati
46 | Valentino Rossi | Fiat Yamaha | Yamaha
52 | James Toseland | Tech 3 | Yamaha
59 | Sete Gibernau | Grupo Francisco Hernando | Ducati
65 | Loris Capirossi | Rizla Suzuki | Suzuki
69 | Nicky Hayden | Ducati Marlboro | Ducati
72 | Yuki Takahashi | Scot Racing | Honda
88 | Niccolo Canepa | Pramac Racing | Ducati
99 | Jorge Lorenzo | Fiat Yamaha | Yamaha


Sumber: detiksport.com

Sunday, October 19, 2008

[bukan review] UGM-Mandiri Jazz 2008, Yogyakarta


Image: Courtesy to wartajazz.com

Setelah sekian lama, akhirnya ada juga gelaran musik jazz yang tergolong 'besar' di Yogyakarta yang menampilkan banyak musisi dan penyanyi kelas atas. Pagelaran ini sendiri berlangsung tadi malam di Grha Sabha Pramana UGM yang pastinya dihadiri oleh para penggemar musik jazz yang haus oleh suguhan musik kegemaran mereka. Hal tersebut bisa dilihat jelas dari kendaraan-kendaraan yang memenuhi lahan parkir GSP yang demikian luas pada saat pagelaran berlangsung dan tiket yang telah terjual habis sejak 10 hari sejak sebelum hari H (sumber info: petugas KOPMA UGM dan seorang calon penonton yang juga kehabisan tiket).

Belum ada berita resmi tentang jalannya pagelaran hingga berita ini diturunkan, sebab penulis sendiri tidak bisa nonton karena telat informasi dan kehabisan tiket sehingga cuma bisa ngiler, ngebayangin dari luar pager dengan tangan gemeter hrrrrrrr... hahaha... :þ

Wednesday, September 24, 2008

Peace One Day

“Peace One Day is about being kind to the planet as well as to each other, as we strive for a peaceful, sustainable world,” Jeremy Gilley, founder of Peace One Day

Minggu sore yang cerah namun terasa sumpek saat menyusup diantara kerumunan macet kendaraan di Malioboro. Bahkan trotoar yang biasa digunakan untuk parkir pun tak menyisakan sedikit celah untuk motor yang kami tunggangi. Tampak pula ada yang beda di jalur lambat yang ada di sebelah kanan jalan. Jalur yang tidak dilewati kendaraan bermotor ini mengapa juga ramai? Rupanya ada barisan orang yang nampak seperti sedang berkampanye atau demonstrasi, terlihat ada orang bulenya juga. Setelah sekilas meneliti atribut yang mereka pakai, ketahuan bahwa mereka sedang kampanye perdamaian, berkaitan dengan tanggal 21 September yang dinyatakan sebagai Hari Perdamaian Internasional.


Ternyata mereka sadar kamera :p


Terus mencari celah di trotar hingga ke ujung Jl. A Yani, tapi nihil, semua parkiran penuh, akhirnya parkir di sebuah supermarket yang terletak tidak jauh dari pasar Beringharjo. Kemudian kembali lagi ke Malioboro untuk membaur di keramaian sembari tanpa sadar menyanyikan lagu nasyid jadul yang kembali dipopulerkan oleh band GIGI.


Damai Mas!


Hari Perdamaian Internasional 21 September 2008 , Jl. A Yani, Yogyakarta, Indonesia
Foto diambil oleh: AnuLucu

Monday, September 15, 2008

R a h a s i a

Kemarin, Sabtu jam 2 dini hari ponsel saya berdering. Tumben ni orang telepon pagi-pagi buta begini, sepertinya ada apa-apa di seberang sana. Ternyata tak salah, berita yang mengejutkan sampai ke telinga saya, tentang duka. Seseorang telah pergi, berangkat lebih dulu menemui Sang Pencipta. Meninggalkan orang-orang tercinta, meninggalkan cerita dan kenangan untuk pribadi-pribadi yang mengenalnya juga menyisakan penyesalan bagi mereka yang belum melakukan sesuatu yang berarti saat kesempatan masih ada.

Mendung di teriknya mentari mengantarnya pergi, ramai mengiring langkah dalam sunyi.

Malam belum meninggi, belumlah lama usai mereka yang ramai mengaji. Mendadak ada sedikit kesibukan yang sepertinya tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi hari ini. Oh, rupanya ada yang mau melahirkan, si jabang bayi sudah memberikan tanda kalau dia sudah siap lahir ke dunia. Mungkin dia bisa merasakan suasana duka di tengah keluarga dan ingin segera menghibur mereka dengan tangis pertamanya.

Hampir subuh, tangisnya singkirkan selimut kecemasan, diiringi airmata bahagia dan bait kalimat syukur yang dipanjatkan padaNya. Adzan pun berkumandang di mana-mana, repetisi suara bapaknya, yang diperdengarkan di awal kehadirannya.

Dan pucuk pepohonan pun tak mampu sembunyikan senyum mentari yang menggeliat meninggi.

Mengingat apa yang baru saja terjadi, saya berfikir betapa unik kejadian yang baru saja saya saksikan. Kematian dan kelahiran, kesedihan dan kebahagiaan, rahasia-rahasia hidup yang cuma Dia lah yang mengetahui kapan terjadinya.

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(QS. 67:1-2)

Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan suatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (QS. 40:68)

Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai. (QS. 21:23)

Saturday, September 06, 2008

Rejeki sabtu pagi

Jam 5 pagi seperti biasa, lihat-lihat sekitar ruangan apakah perlu dibersihkan atau tidak, ternyata perlu. Maka mulailah acara sapu-menyapu tersebut. Sapu sana, sapu sini dan sampailah ke bangku yang kelihatannya paling kotor. Kusapu. Eh masih ada yang tersisa di kolong, coba kukais, kena! Eh... Lho, ternyata duit sepuluh ribuan...

Acara nyapu jadi lebih ceria :p

Jam 8 pagi si Bonar belom dateng, ugh... bosan duduk menunggu akhirnya pilih mondar-mandir di depan pintu, tepat di tepi parit yang dalamnya 20cm yang atasnya ditutupi jeruji besi agar aman dilewati orang. Kulihat parit itu penuh dengan bungkus permen dan sampah kecil lain. Eh... ada juga kodok mati di situ! Sungguh tak berperi-kekodokan manusia yang membunuhnya (eh, tapi apa iya dia dibunuh? bisa saja si kodok mati stress karena tak kunjung ada Puteri yang datang menciumnya).
Pandanganku bergeser, ada sesuatu yang berkilau, ternyata koin limaratus perak! Kucoba ambil pakai tangan tapi tidak sukses karena celah besi terlalu sempit, harus pakai cara lain. Sebatang ranting jadi solusi yang pas. Kucutik-cutik koin itu ke ujung parit yang tak tertutupi jeruji besi, tuing... tuing... tuing... koin itu melenting tiap kali kucutik. Baru saja aku mau mencutik lagi tepat diujung ranting yang kupegang ada sampah/kertas yang sepertinya akrab... coba kuperjelas... Lho, ternyata duit sepuluh ribuan lagi...

Tuingggg.... koinku pun melenting dengan lincahnya... :D